large image
KEPALA PERANGKAT DAERAH

Tatang Muftadi, SE
NIP. 19640911 198308 1 001
SEKILAS KOTA CILEGON
PENGUMUMAN
AGENDA
PUSAT UNDUHAN
Klik Gambar di Bawah ini
LINK TERKAIT


DISKOP UMK Kota Cilegon Sinergikan Pelaku Koperasi dan UMK
Kategori Berita | Diposting pada : 2017-12-15 -|- 04:30:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

CIPTAKAN KOPERASI SEHAT SEBAGAI MITRA UMK


Pada prinsipnya, dalam kegiatan Koperasi biasanya terdapat kegiatan usaha mikro dan kecil (UMK). Namun sebaliknya didalam kegiatan UMK belum tentu ada Koperasi. Padahal sudah seharusnya para pelaku UMK menyadari betapa pentingnya suatu wadah bagi kegiatan dalam mengelola serta memasarkan hasil produk UMK. 


Oleh karena itu, Dinas Koperasi Uaha Mikro dan Kecil (DISKOPUMK) Kota Cilegon berkomitmen menyinergikan Koperasi dengan para pelaku UMK salah satunya dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara DISKOPUMK Cilegon dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Cilegon dan Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik UKM (PIWKU) Kota Cilegon.


Kepala DISKOPUMK Kota Cilegon Tatang Muftadi mengatakan, dalam Mou tersebut ditegaskan semiua pelaku Koperasi diharapkan mampu membina para pelaku UMK sebagai mitra yang baik. Tak terkecuali, Koperasi karyawan yang ada di kota cilegon. "sekarang DISKOPUMK Kota Cilegon dan PIWKU Kota Cilegon telah membentuk Koperasi KENEKE sebagai wadah untuk menampung kegiatan para pelaku UMK. Ini adalah harapan untuk merealisasikan Mou itu,".


Menurut Tatang, pelaku Koperasi yang mempunyai warung serba ada (WASERDA) harus bisa menampung produk unggulan UMK, membinanya, termasuk juga membantu permodalan para pelaku UMK tersebut.


Tatang mengungkapkan, disamping menyinergikan pelaku Koperasi dengan para pelaku UMK, DISKOPUMK Kota Cilegon juga terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya wadah Koperasi UMK. "Kami terus melakukan pembinaan Koperasi agar sehat." Koperasi Sehat itu adalah Koperasi yang keberadaannya harus sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam undang-undang no.25 tahun 1992,"ujarnya.


Tatang menjelaskan, koperasi yang sehat itu harus berbadan hukum, harus ada anggota minimal 20 orang, harus ada simpanan wajib dan simpanan pokok, harus ada program kegiatan melalui rapat anggota, harus melakukan rapat anggota tahunan (RAT), harus ada sisa hasil usaha (SHU), harus ada pemilihan pengurus yang ditentukan oleh rapat anggota, dan yang paling penting harus ada badan pengawasnya. "Itu semua harus ada dan tidak boleh ditawar kalau mau koperasinya sehat," tegasnya.


Tatang mengklaim, setelah petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL), melakukan pembinaan dan pendataan selama satu bulan terhadap 500 koperasi yang ada di kota cilegon, ditemukan 50 koperasi yang kondisinya tidak sehat. " 50 koperasi ini tidak dianjurkan untuk dibubarkan melainkan akan terus kami bina agar menjadi koperasi yang sehat," tuturnya.



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA