large image
KEPALA PERANGKAT DAERAH

Tatang Muftadi, SE
NIP. 19640911 198308 1 001
SEKILAS KOTA CILEGON
PENGUMUMAN
AGENDA
PUSAT UNDUHAN
Klik Gambar di Bawah ini
LINK TERKAIT


3 PILAR PEMBANGUNAN KOPERASI UMKM SEHAT
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-04-27 -|- 11:02:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

Koperasi merupakan amanat Undang Undang Dasar 1945. Dalam Pasal 33 UUD 1945 dinyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun dengan usaha bersama atas dasar kekeluargaan. Bangunan ekonomi yang paling tepat untuk itu adalah koperasi, jika koperasi adalah bangunannya maka UMKM adalah isinya, karena di dalam Koperasi biasanya ada UMKM namun di dalam UMKM belum tentu ada Koperasi. Koperasi di Indonesia masih kurang berkembang, Untuk meningkatkan peran koperasi dalam perekonomian Indonesia, Menteri Puspayoga melakukan 'reformasi total' terhadap koperasi, pertama Rehabilitasi, kedua Reorinetasi dan ketiga Pengembangan. Sumbangan koperasi untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2017 lalu naik sebesar3,9%. 


Lalu bagaimana dengan Kita Kota Cilegon, sudahkah melakukan reformasi  terhadap koperasi. Apa yang kita lakukan?  menurut Kepala Dinas  koperasi Usaha Mikrodan Kecil Kota Cilegon H. Tatang muftadi  pada tahun 2017 setelah beberapa Program dan Kegiatan Koperasi dan UMK dilakukan, ada tiga indikator program berdasarkan RPJMD 2016-2021 Kota cilegon yang dijadikan tolak ukur kinerja Dinas koperasi. Pertama yaitu persentase koperasi aktif dengan pengelolaan keuangan yang sehat, ditargetkan 67,5% namun realisasi kita mencapai 73,99%. Kedua yaitu persentase UMKM yang dibina/dilatih ditargetkan 2,5% namun realisasi mencapai 7,48%. Dan yang ketiga yaitu proporsi usaha mikro yang berkembang menjadi usaha kecil ditargetkan 2% namun realisasi kita lagi-lagi diatas target sebesar 5,62%.


Pasca Rakornas bidang koperasi dan UMKM tahun 2018 di Jogja yang dihadiri kurang lebih 34 Provinsi dan 515 kabupaten/kota, termasuk kota cilegon yang dihadiri langsung kepala dinas koperasi usaha mikro dan kecil kota cilegon. Dalam pembukaan rakornas yang dibuka oleh menteri koperasi dan ukm dengan mengusung tema “sinergitas pusat dan daerah dalam pemberdayaan koperasi dan umkm”, dikatakan bahwa ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk menindak lanjuti reformasi koperasi, yang pertama Reorganisasi, kedua Revitalisasi dan yang ketiga Reorientasi.


Tindak lanjut reformasi koperasi tersebut :



  1. 1.      REORGANISASI


Reorganisasi disini merupakan perbaikan tatanan atau sebuah tindakan penyusunan kembali Koperasi secara menyeluruh mulai dari pengurus, lembaga, pengawas, dan semua unsur yang berpengaruh pada perbaikan Koperasi menuju Koperasi Sehat.  Kini pembangunan koperasi tidak lagi diorientasikan pada peningkatan jumlah koperasi, tapi berorientasi ‎pada peningkatan kualitas koperasi. Koperasi tidak perlu banyak, tapi yang penting bisa memberikan manfaat pada lebih banyak anggota.Dulu semakin banyak jumlah koperasi semakin bagus. Sekarang semakin berkualitas koperasi semakin bagus. Indikatornya semakin banyak anggota koperasi, bukan badannya. Kalau jumlah anggota makin banyak, pasti omzetnya meningkat. Kalau omzet meningkat, tenaga kerjanya juga meningkat, terjadi pengurangan pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Reorganisasi pada lembaga  dilakukannya, saat ini dari 539 koperasi terdaftar di kota cilegon, tercatat ada 138 koperasi tidak aktif, dan ada 37 koperasi yang diberi nomor induk. Ada 50 koperasi yang didaftarkan untuk diputihkan namun tetap dilakukan pembinaan pada koperasi tersebut sehingga bisa aktif kembali sebelum dihapuskan dari database. Artinya kota cilegon telah melaksanakan program Reorganisasi pada lembaga koperasi yang terdaftar.



  1. 2.      REVITALISASI


Revitalisasi disini adalah bagian dari proses dalam menghidupkan kembali Koperasi menjadi bagian penting, bukan hanya dalam pertumbuhan ekonomi, akan tetapi bagi keberlangsungan kesejahteraan anggota.


Terkait dengan Revitalisasi Saat ini Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota cilegon juga telah memberikan sertifikat sehat kepada beberapa koperasi terdaftar di Kota Cilegon sebagai bagian dari upaya untuk memicu dan memotifasi Pengurus Koperasi dalam meningkatkan kualitas perKoperasian melalui usaha dan dukungan manajemen yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan anggota Koperasi di Kota Cilegon. Dimana salah satu indicator koperasi sehat adalah koperasi tersebut melaksanakan RAT, RAT adalah Rapat Anggota Tahunan yang merupakan kekuasaan tertinggi di Koperasi, maksud  dan tujuan RAT adalah penyampaian laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas di hadapan seluruh anggota koperasi dan penyusunan program  kegiatan untuk satu tahun kedepan dan pada saat RAT tersebut juga di sampaikan  tentang SHU atau Sisa Hasil Usaha bagi seluruh anggota, keberhasilan suatu koperasi  di tentukan melalui 3 Pilar pembangunan koperasi sehat dan berkualitas yaitu:



  1. Kesukarelaan Anggota,

  2. Keterbukaan dan Profesional Pengurus,

  3. Dukungan Manajement


  1. 3.      REORIENTASI


Reorientasi koperasi adalah sebagai bentuk upaya Pemerintah dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang mandiri. Berbicara tentang ekonomi rakyat, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia,UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah. Setidaknya ada tiga peran penting UMKM terhadap masyarakat kecil, ketiga peran tersebut adalah :



  1. Sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan

  2. Sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil

  3. Sarana dalam menekan angka pengangguran


Dalam hal reorientasi koperasi, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil kota cilegon menganggap bahwa unsur terpenting pertumbuhan usaha koperasi adalah UMKM. Karena Di dalam kegiatan koperasi biasanya ada kegiatan UMK tapi didalam kegiatan UMK belum tentu adanya Koperasi untuk hal tersebut agar pelaku UMK menyadari betapa pentingnya wadah. Untuk kebersamaan dalam  mengelola serta memasarkan hasil produk UMK, maka sangat penting para pelaku UMK untuk membentuk wadah Koperasi. Sehubungan hal tersebut DInas Koperasi dan UMK KOTA CILEGON sangat Konsern untuk mensinergikan wadah koperasi dengan para pelaku UMK, Ditandai dengan MOU antara DEKOPINDA dan PIWKU.  Dinas Koperasi dan PIWKU sekarang membentuk Koperasi Kenekeh untuk menampung kegiatan pelaku UMK kepada wadah koperasi. Dalam MOU tersebut para pelaku koperasi diharapkan mempunyai mitra binaan para pelaku UMK termasuk Koperasi Karyawan yang ada di Kota Cilegon. Para pelaku koperasi yang mempunyai Waserda agar menampung produk unggulan UMK membina para Pelaku UMK serta membantu permodalan.



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA